Selasa, 03 Juli 2012

OBAT DIABETES (ANTIDIABETIK)


ANTIDIABETIK

Diabetes mellitus (DM)
(Berasal  dari kata Yunani  διαβαίνειν, diabaínein, "tembus" atau "pancuran air", dan kata Latin mellitus, "rasa manis")

Diabetes mellitus umum dikenal sebagai kencing manis:
Adalah penyakit yang ditandai dengan hiperglikemia (peningkatan kadar gula darah) yang terus-menerus dan bervariasi, terutama setelah makan.

Diabetes mellitus merupakan kelainan metabolisme yang kronis dan terjadi  karena defisiensi insulin atau resistensi  insulin. DM  adalah keadaan dimana tubuh tidak menghasilkan atau memakai insulin sebagaimana mestinya.

Manusia perlu makan. Makanan itu dapat terdiri dari karbohidrat, protein dan lemak. Glukosa adalah unit satuan karbohidrat yang terkecil. Dalam tubuh manusia, glukosa dipergunakan untuk membentuk energi. Jika kadar glukosa berlebih maka tugas insulin  untuk menyimpan kelebihan gula dalam darah ke bentuk cadangan di hati, otot dan organ lainnya.
Insulin adalah hormon yang membawa glukosa darah ke dalam sel-sel, dan menyimpannya sebagai glikogen.
Jika proses diatas berlangsung seimbang, maka kelebihan glukosa dalam tubuh manusia tidak akan menimbulkan penyakit.
Tapi jika kadar insulin rendah, atau insulin tidak diproduksi maka ini dapat menyebabkan kadar glukosa menumpuk dalam darah atau yang lebih dikenal dengan   Sakit gula.
Kadar glukosa darah yang tinggi mengganggu sirkulasi dan dapat merusak saraf. Berakibat: nyeri pada tungkai,kebutaan, gagal ginjal dan kematian.


Etiologi diabetes:  
  Penurunan fungsi sel b pankreas
  Kerusakan sel  bpankreas
  Kehamilan
  Pengaruh hormon, obat, infeksi  dll


Fungsi insulin:
  Meningkatkan masuknya glukosa ke sel
  Meningkatkan oksidasi glukosa
  Mengubah glukosa menjadi glikogen
  Menurunkan penguraian lemak cadangan
  Menghambat pengubahan glikogen jadi glukosa
  Menghambat pembentukan glukosa dari protein



Tipe diabetes melitus  berdasarkan patofisiologinya:

1. Diabetes Melitus tipe 1 (bergantung pada insulin)
    diakibatkan kerusakan dari sel-sel penghasil insulin
2. Diabetes Melitus tipe 2 (yang tidak  bergantung pada insulin ).
    Perkembangan lebih lambat, juga kebanyakan hanya terjadi
    suatu kekurangan insulin.  Disebabkan resistensi insulin
    ataupun   berkurangnya  sekresi insulin.
3. tipe spesifik lain (cacat genetik, pankreatitis, gangguan fungsi endokrin,  
    infeksi, obat)
4. Diabetes gestasional (diabetes kehamilan):
    Terjadi bila simpanan insulin ibu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan
    ekstra pada kehamilan.
    50% ibu hamil yang terkenan diabetes gestasional akan menderita diabetes     
    tipe II dikemudian hari.
    Diabetes gestasional yang tidak terdeteksi juga berkaitan dengan peningkatan  
    insidens pre-eklampsia.


Gejala klasik dari Diabetes Melitus
  berat badan menurun,
  banyak buang air kecil (poliuria),
  banyak minum (polidipsi) dan
  banyak makan (polifagi).
  Mudah terkena infeksi
  Jika infeksi sulit sembuh
Gejala tidak khas dapat berupa:
  kesemutan,
  gangguan penglihatan,
  gatal,
  gangguan ereksi atau keputihan.


Faktor risiko Diabetes Melitus, diantaranya:

1. usia > 45 tahun
2. kegemukan
3. hipertensi
4. riwayat keluarga Diabetes Melitus
5. riwayat melahirkan bayi dengan BB > 4kg
6. riwayat Diabetes Melitus pada saat kehamilan
7. penderita PJK (penyakit jantung koroner), TBC, hipertiroidisme
8. kadar lipid yang tinggi
9. Stress emosional
10. Autoimun / kerusakan sel b pankreas
11. Infeksi virus
12. Obat (kortikosteroid, hormon tiroid, fenitoin, tiazid)

Jika seseorang memiliki gejala diatas, atau memiliki faktor risiko Diabetes Melitus, disarankan untuk memeriksa kadar gula darahnya.



Orang sehat/ Non diabetes
Glukosa darah  (mg/dl)
  Sebelum makan                 < 115
  2 jam setelah makan          < 140
  Waktu tidur                         < 120    
  HbA1c                                   4-6 %
   
Diabetes mellitus:
Glukosa darah
   Sebelum makan (puasa)> 126 mg/dl  
  2 jam setelah makan > 200 mg/dl
   HbA1c           > 8 %   (normal < 6 %)
   

Kadar gula darah puasa yang normal adalah <110 mg/dl dan kadar gula darah sewaktu yang normal adalah <200 mg/dl.
Jika pada saat pemeriksaan didapatkan kadar gula darah puasa 110 mg/dl atau kadar gula darah sewaktu 200 mg/dl, dapat dilakukan pemeriksaan ulang untuk kemudian ditegakkan diagnosis pada orang tersebut.
Jika seseorang memiliki gejala klasik Diabetes Melitus maka gula darah puasa 126 mg/dl atau gula darah sewaktu 200 mg/dl sekali saja cukup untuk menegakkan diagnosis Diabetes Melitus.

komplikasi akut ataupun komplikasi menahun.
Komplikasi akut antara lain :
v  Hipoglikemi
Gejala hipoglikemia:
       * Lapar, mual, tekanan darah turun
       * Lemah, lesu, sulit bicara
       * Keringat dingin
       * Tidak sadar dengan atau tanpa kejang
v  Terjadinya penurunan kesadaran yang tiba-tiba (pingsan) 
                 atau koma diabetikum.


Pencegahan dan Pengobatan  Diabetes
  Mempertahankan berat badan ideal dan melakukan gaya hidup aktif. Latihan (gerak) fisik sangat penting untuk mencegah diabetes. Paling tidak, berolahragalah setengah jam per hari. Jalan cepat untuk mempercepat detak jantung atau gerakan yang menghasilkan keringat.
  Menurunkan berat badan. Sekitar 80% pengidap diabetes mengalami kelebihan berat badan. Maka, hindari mengonsumsi makanan yang terbuat dari gula. Makanan yang diproses dan digoreng juga tidak sehat. Konsumsi makanan berserat sangat dianjurkan.
  Jangan merokok. Merokok tak hanya meningkatkan risiko diabetes tapi juga menyebabkan penyakit jantung dan kanker paru-paru.
  Jangan minum minuman beralkohol.



Penanganan diabetes

Diabetes tipe 1  :
  insulin
  diet
  olahraga

Diabetes tipe 2   :
   diet
   bobot badan diturunkan
   olahraga
   obat antidiabetika oral
   insulin


Obat Antidiabet

  Insulin
  Antidiabetik Oral :
          Golongan sulfoniluria : glibenklamid, gliburid
          Turunan Biguanida : Metformin
          Gol. Meglitinid:Repaglinid  dan nateglinid
          Gol. Tiazolidinedion: Pioglitazon, rosiglitazon
          Penghambat alfa glukosidase :Akarbosa, miglitol
        


INSULIN

Tahun 1869 Langerhans menemukan kelompok sel dalam pankreas yang disebut sesuai namanya.
Insulin terdiri atas: dua rantai peptida, rantai –A dengan 21 asam amino dan rantai-B dengan 30 asam amino. Insulin manusia dan insulin-insulin dari sapi dan babi hanya  berbeda sedikit dalam urutan asam aminonya

Kerja Insulin: Insulin merupakan hormon yang penting untuk kehidupan. Hormon ini mempengaruhi baik metabolisme karbohidrat maupun metabolisme protein  dan lemak.
Kerja Insulin dengan cara:
  Menaikkan pengambilan glukosa ke dalam sel-sel sebagian besar jaringan,
  Menaikkan penguraian glukosa secara oksidatif
  Menaikkan pembentukan glikogen dalam hati dan juga dalam otot dan mencegah penguraian glikogen.
  Menstimulasi pembentukan  protein dan lemak dari glukosa.
Semua proses ini menyebabkan kadar glukosa darah menurun akibat pengaruh insulin.


Indikasi:

Untuk pasien Diabetes Tipe 1, pemberian insulin  adalah  keharusan    
                        
Untuk pasien Diabetes Tipe 2, pemberian insulin juga  dibutuhkan jika diet
                                                 dan/atau pemberian antidiabetika oral
                                                 tidak cukup


Sediaan Insulin dibagi atas:
  Insulin normal
           Indikasi : koma diabetik, keadaan metabolisme yg bersifat asidotik,
                                   infeksi berat dan juga pemberian pertama dan baru.
  Insulin dengan kerja yang diperlambat (insulin depot)
Indikasi :  * Pada diabetes Tipe I  stabil dan diabetes tipe II yang stabil
                              dan membutuhkan insulin.
                           * Pada diabetes tipe I dan II yang tidak stabil

  Campuran keduannya
Indikasi : untuk pasien Diabetes Tipe 1 dan  2 yang tidak stabil dan 
                          juga pada pasien yang kadar gula darahnya tidak cukup 
                          dinormalkan dengan insulin dg kerja diperlambat


Dosis:
Pada diabetes tipe 1:  Pada usia pertumbuhan  0,8 -1 U/kg/hari
                                    Pada usia dewasa: 30-50 IU/hari

Pada diabetes tipe II:  30-45 IU

Insulin sebagai polipeptida hanya dapat diberikan secara parenteral.


Efek samping:
  Terdapat bahaya hipoglikemik akibat kelebihan dosis
  Reaksi alergi
  Resistensi Insulin
  Dapat terjadi lipodistrofi pada tempat  penyuntikan


Interaksi:
  Obat-obat yang memperkecil penurunan gula darah dan menutupi gejala suatu hipoglikemia ialah:
           Klorpromazin, glukokortikoid, turunan asam nikotinat, saluretika dan   
           simpatomimetika.
  Obat-obat yang memperbesar  penurunan gula darah oleh insulin:
           Bloker reseptor b, dan  siklostatika  jenis  siklofosfamida



ANTIDIABETIKA  ORAL

Pemakaian antidiabetika oral harus dikurangi, hanya diindikasikan jika:
  tidak terdapat diabetes tipe I
  tindakan diet tidak cukup, dan
  tidak perlu diberikan insulin sebagai pengganti antidiabetika oral


Ada 5 golongan antidiabetik oral yang dapat digunakan :
  1. Sulfonilurea
  2. Biguanid
  3. Meglitinid
  4. Penghambat   a- glikosidase, dan
  5. Tiazolidinedion


1.Turunan Sulfonilurea  dan analog sulfonamida
(Glibenklamid, Karbutmaid, Tolbutamid,Klorpropamid, glimidin)

Mekanisme kerja:
Obat ini membebaskan insulin yang dapat dimobilisasi dari sel B pankreas dan pada saat yang sama memperbaiki tanggapan  terhadap rangsang  glukosa fisiologik. Obat ini hanya berkhasiat jika produksi insulin tubuh  sendiri sebagian masih bertahan (tidak berkhasiat  jika tidak ada produksi insulin).

Indikasi: hanya diindikasikan pada penderita diabetes tipe II yang tidak membutuhkan insulin, karena pada penderita ini normalisasi kadar gula darah tidak mungkin dilakukan dengan tindakan diet.

Efek samping:
Kehilangan selera makan
Mual
Leukopenia
Trombositopenia
Gejala anemia
Reaksi alergi
hipoglikemia

Kontraindikasi:
Tidak dapat diberikan pada diabetes tipe I, pada asetonuria parah,koma diabetik, pada  gangguan fungsi ginjal yg parah dan pada masa kehamilan.
Dianjurkan pada masa kehamilan untuk menggantinya dengan insulin.

Interaksi:
Yg memperbesar kerja menurunkan gula darah: turunan kumarin, bloker reseptor b, kloramfenikol, fenilbutazon, salisilat, sulfonamida dan tetrasiklin.
Toleransi alkohol diturunkan terutama oleh Klorpropamida.


 2. Turunan Biguanida

Dari senyawa ini hanya Metformin yang masih tersedia. Senyawa-senyawa lain sudah ditarik dari peredaran karena cukup sering menimbulkan toksisitas.
Setelah pemberian metformin secara oral pada penderita diabetes, kadar gula darah menurun sesuai dengan dosis, tetapi hal ini tidak terjadi pada orang dengan metabolisme sehat. Maka suatu efek hipoglikemik tidak perlu ditakutkan.
  
Indikasi : pada penderita diabetes dewasa yang tidak tertolong dengan tindakan diet dan terdapat alergi terhadap tipe sulfonamida.

Efek samping:
Menyebabkan gangguan saluran cerna
Perubahan pembentukan darah
Metformin tidak dapat diberikan pada koma atau prakoma diabetik:Kecenderungan asetonuria
Kerusakan berat ginjal atau hati
Pankreatitis
Menurunnya kondisi umum


3. Golongan Meglitinid  (Repaglinid  dan Nateglinid)
 
Mekanisme kerjanya
Sama dengan sulfonilurea tetapi struktur kimianya sangat berbeda.
Metabolisme utamanya di hepar dan metabolitnya tidak aktif.
(Pada pasien dengan gangguan fungsi hepar atau ginjal harus berhati-hati).

Efek samping
Utamanya Hipoglikemia dan gangguan saluran cerna.


4. Golongan Tiazolidinedion  (Pioglitazon dan Rosiglitazon)
Senyawa ini dapat mengurangi resistensi insulin, meningkatkan sensitivitas insulin melalui peningkatan AMP kinase  yang merangsang transfort glukosa ke sel dan meningkatkan oksidasi asam lemak. Selain itu juga menurunkan produksi glukosa hepar, menurunkan asam lemak bebas di plasma.
Senyawa ini digunakan untuk DM tipe II yang tidak memberi respon dengan diet dan latihan fisik. Sebagai monoterapi atau ditambahkan pada mereka yang tidak memberi respons pada obat hipoglikemik lain .


5. Penghambat Enzim   a-Glikosidase (Akarbosa, miglitol)

Obat golongan ini dapat memperlambat absorpsi polisakarida, dekstrin dan disakarida di intestin. Sehingga dapat mencegah peningkatan glukosa plasma pada orang normal dan pasien DM.
Karena kerjanya tidak mempengaruhi sekresi insulin, maka tidak akan menyebabkan efek samping hipoglikemia.
Akarbose dapat digunakan sebagai monoterapi pada DM usia lanjut atau DM yang glukosa postprandialnya sangat tinggi. Diklinik sering digunakan bersama antidiabetik oral lain dan/atau insulin.


Antihipoglikemia

Hipoglikemia, kadang-kadang sampai pada syok hipoglikemik, disamping setelah pemberian insulin atau antidiabetika oral.

Untuk mengobati ini digunakan:
Gukagon dan
Diazoksida


Gukagon

Fungsinya memasok glukosa jika dibutuhkan dan memungkinkan suatu pemakaian asam lemak.
Glukagon menaikkan penguraian glikogen dalam hati melalui aktivasi adenilatsiklase dan dengan cara ini menaikkan kadar gula darah.
.
Dosis:
Pada keadaan hipoglikemia dosis rata-rata berkisar 0,5-1 mg  SC, IM, IV

Efek samping:
Mual, muntah, reaksi hipersensitif


Diazoksid

Selain efeknya menurunkan tekanan darah, diazoksida menaikkan kadar glukosa darah dengan menghambat sekresi insulin dan menaikkan pembebasan glukosa dari hati.

Dosis:
bergantung pada individu (dosis awal 5 mg/kg/hari)

Efek Samping:
mual, muntah, sakit kepala,pusing, hipotensi.


Diabetes dan puasa
Pasien yang cukup terkendali dengan pengaturan makan saja tidak mengalami kesulitan kalau berpuasa. Pasien yang cukup terkendali dengan obat dosis tunggal juga tidak mengalami kesulitan untuk berpuasa. Obat diberikan pada saat berbuka puasa. Untuk yang terkendali dengan obat hipoglikemik oral (OHO) dosis tinggi, obat diberikan dengan dosis sebelum berbuka lebih besar daripada dosis sahur. Untuk yang memakai insulin, dipakai insulin jangka menengah yang diberikan saat berbuka saja. Sedangkan pasien yang harus menggunakan insulin (DMTI) dosis multipel, dianjurkan untuk tidak berpuasa dalam bulan Ramadhan.


PENATALAKSANAAN  DIABETES PADA KEHAMILAN

Penatalaksanaan ini harus sudah dimulai bersama dengan perawatan prakonsepsi. Pengendalian metabolisme yg baik dg mempertahankan keadaan normoglikemia (4-6 mmol/l) selama 24 jam.  Pada pasien diabetes, pengendalian gula darah yang buruk akan diikuti dengan retinopati maternal. Pengendalian
yang terlampau ketat ternyata akan menimbulkan keadaan hipoglikemia yang berbahaya.  Pemantauan gula darah secara teratur harus diupayakan untuk menyesuaikan kebutuhan  insulin yang meningkat pada masa kehamilan dan sesudah melahirkan.

Diet
Untuk menjaga agar kadar glukosa di bawah 6 mmol/l, penerapan diet harus dipatuhi selama kehamilan. Pastikan asupan kalsium dan vitamin D yang adekuat mengingat konsentrasi kedua nutrien ini lebih rendah pada ibu hamil
dengan diabetes dan bayinya.


Risiko Hipoglikemia
Janin bergantung pada glukosa sbg sumber energi dan utk sintesis lipid. Pengambilan glukosa yg meningkat dari dlm  plasma pada ibu hamil yg bukan penderita diabetes menyebabkan  perasaan  lapar.  Pada penderita diabetes menyebabkan hipoglikemia.
Hipoglikemia dlm kehamilan hari ke-18 hingga ke 55  (periode perkembangan organ yg menentukan) dapat  menimbulkan malpormasi.


Risiko Hiperglikemia
  Sejak kehamilan sekitar 24 minggu, jaringan maternal mengalami resistensi insulin yg menghambat peng-ambilan glukosa dari dlm plasma. Peningkatan konsentrasi glukosa dlm plasma akan membantu janin untuk menyerap glukosa.
  Pada ibu dg predisposisi genetik ke arah diabetes, pankreas tidak mampu memenuhi peningkatan kebutuhan insulin akibat kenaikan glukosa darah dan dg demikian terjadi diabetes gestasional.

Hiperglikemia menstimulasi pankreas  janin utk menghasilkan insulin, menyebabkan :
  makrosomia, peningkatan risiko distosia bahu dan  cedera pleksus brakialis
  malformasi kongenital (defek pada jantung dan neural tube)
  kelambatan produksi surfaktan dan peningkatan risiko terjadinya sindrom gawat napas
  hipoglikemia neonatal
  polisitemia sehingga terdapat kadar bilirubin yg  berlebihan pada neonatus


  
Persalinan  dan Diabetes

Kebutuhan insulin akan menurun dengan cepat pada awal persalinan yang aktif dan sekali lagi pada saat plasenta dilahirkan. Dengan demikian, kebutuhan insulin dan glukosa berubah secara dramatis sehingga diperlukan dua jalur infus yang terpisah.

Pengobatan yang dapat dianjurkan :
Pemberian infus glukosa 10% sebanyak @ 1 liter tiap 8 jam plus Insulin berdaya larut @ 1 unit per jamnya yang disesuaikan dengan hasil pengukuran kadar glukosa darah setiap jam sekali.
Infus glukosa  diteruskan sampai makanan berikutnya dapat dikonsumsi tanpa muntah.


Pemberian ASI  dan Diabetes

Pemberian ASI  akan mengurangi kebutuhan Insulin hingga di bawah takaran sebelum hamil dan mengharuskan asupan karbohidrat yang tinggi. Ibu yang menyusui harus berhati-hati agar jangan terjadi hipoglikemia pada waktu menyusui bayinya di malam hari.
Meskipun pemberian ASI menguntungkan bagi ibu, tindakan pemantauan glukosa harus dilakukan dengan seksama.

Rabu, 09 Mei 2012

HATI HATI MEMAKAI PEMUTIH WAJAH

Hampir semua perempuan ingin memiliki kulit wajah yang putih dan bersinar. Untuk mewujudkan keinginannya itu, banyak dari mereka yang tidak segan-segan bereksperimen menggunakan beragam produk pemutih wajah. Jika Anda ingin memutihkan kulit yang aman, pergilah ke dokter ahli. Namun, jika Anda memilih menggunakan produk pemutih, bersiaplah menghadapi efek negatifnya. Sayangnya, lebih banyak perempuan Indonesia yang memilih memutihkan kulit dengan menggunakan produk pemutih yang tersedia di pasar. Padahal, banyak hasil penelitian dan peringatan yang menyebutkan bahwa penggunaan pemutih wajah bisa memberikan dampak yang buruk pada kesehatan kulit, mulai dari iritasi, hingga yang paling berbahaya, memicu terjadinya kanker kulit. Beberapa kandungan pemutih yang dianggap berbahaya dan telah ditolak BPOM antara lain merkuri (Hg), zat warna berbahaya (Rhodamine B pewarna tekstil), cloquinol, dan vioform. Kandungan merkuri inorganik dalam krim pemutih disebutkan Eddy bisa menimbulkan keracunan bila digunakan untuk waktu lama. Meskipun hanya dioleskan ke permukaan kulit, merkuri mudah diserap masuk ke dalam darah, masuk sistem saraf tubuh, sehingga menimbulkan keracunan kulit, serta gangguan sistem saraf, seperti tremor, insomnia, kepikunan, autis, gangguan penglihatan, gerakan tangan abnormal (ataxia), dan gangguan emosi. Apalagi, kandungan merkuri yang masuk dalam tubuh itu sangat sulit dibuang. Merkuri hanya bisa dibuang setelah selama 27 tahun mengendap di tubuh. Selepas beberapa kandungan tersebut dilarang, para produsen pemutih kulit mulai mengaplikasikan kandungan baru yang dianggap lebih aman seperti AHA, hydroquinone, kojic acid, fennel, willow bark dan VCPMG dan tretinoin. Ada juga pemutih yang menggunakan zat glycolic acid, dan retinol. Namun, kandungan zat tersebut pun harus dibatasi jumlahnya. Dosis hydroquinone yang diizinkan saat ini misalnya, maksimal hanya 2%, sementara tretinoin lazimnya 0,05% untuk produk pemutih cair, dan 0,1% krim, dan 0,25% untuk gel. Memilih produk pemutih yang aman 1. Lihat kandungan dan dosis zat kimia dalam produk tersebut, apakah cukup aman untuk kulit atau tidak. 2. Perhatikan jenis produknya. Pada dasarnya penggunaan produk pemutih juga tergantung dari jenis kulit Anda. Jika kulit Anda kering, maka sebaiknya gunakan pemutih berbentuk krim, sedangkan jika kulit Anda berminyak, maka gunakan pemutih jenis lotion. 3. Sebelum menggunakannya di wajah, tes dulu di belakang telinga Anda. Karena daerah inilah yang memiliki indikasi jenis kulit yang sama dengan kulit wajah. Jangan mencobanya di punggung tangan seperti yang selama ini banyak diinformasikan. Karena jenis kulit tangan berbeda dengan jenis kulit wajah. 4. Pilihlah pemutih yang tidak menggunakan parfum atau pengharum, bagi Anda yang alergi akan sesuatu. 5. Jangan pernah menggunakan produk pemutih yang berbahan dasar zat kimia lebih dari tiga bulan. Karena setelah melewati tahap tersebut, proses regenerasi atau perbaikan kulit akan lebih sulit. 6. Pemakaian produk pemutih hanya untuk mengembalikan kulit yang menghitam karena terkena sinar matahari atau karena kehamilan (melasma, atau berubah warna karena kulit mengembang). Jika kadar kandungan zat tersebut melebihi dosis, bisa berbalik merusak kulit. Misalnya, kandungan hydroquinone berlebihan bisa meng-akibatkan kanker kulit. Ibarat api, kecil menjadi teman, namun ketika besar bisa menjadi lawan. Yang paling penting adalah pemakaian produk pemutih berbahan kimia tertentu jangan pernah melewati batas waktu selama tiga bulan. Karena jika masa tersebut terlewati, selain akan menjadi ketergantungan, efeknya pun akan lebih besar bagi kulit. Hal itu terjadi karena kerja pertama pemutih kulit adalah menghancurkan epidermis atau lapisan kulit teratas dari wajah. Krim pemutih juga sering dipakai untuk menghilangkan flek-flek hitam akibat terlalu sering terpanggang matahari. Namun, jika krim ini bertabrakan dengan sinar matahari dapat menimbulkan iritasi atau malah membuat kulit semakin hitam. Perhatikan jenis kulit Sebelum memutuskan menggunakan produk pemutih, sebaiknya Anda mengenali jenis kulit Anda. Jenis kulit juga menentukan tingkat efektivitas pemakaian produk pemutih dan efek yang ditimbulkannya. Bagi Anda yang memiliki jenis kulit kering, sebaiknya menggunakan produk pemutih berbentuk krim, sedangkan untuk kulit berminyak pilihlah produk pemutih yang berbentuk lotion. Selain jenis kulit,sebaiknya pilihlah produk pemutih yang menggunakan kandungan alami yang pastinya akan lebih aman bagi kulit, seperti pemutih yang menggunakan kandungan vitamin C. Produk semacam ini sudah banyak dipasarkan. Lemon dipilih sebagai bahan dasar utama produk pemutih tertentu, karena mengandung lebih banyak vitamin C per gramnya dibandingkan jenis buah lain dalam kategori keluarga jeruk. Sejak dulu, lemon juga sering digunakan oleh masyarakat tradisional untuk mengatasi masalah gusi berdarah dan pemutih. Bahkan, jus lemon juga banyak digunakan untuk menghilangkan noda pada pakaian dan bleaching rambut bagi para perempuan Eropa. Kandungan Vitamin C dalam pemutih merupakan kandungan yang paling aman dibandingkan zat lainnya. Vitamin C juga cenderung minim menimbulkan efek iritasi pada pemakainya.

Senin, 07 Mei 2012

Menghasilkan Uang dari Bisnis Online

Buat teman-teman yang ingin penghasilan sampingan 400.000- 1 juta perhari, segera lihat disini:http://www.jutawan-net.com

Maag, Obat Antasida

OBAT  ANTASIDA

Saluran  Cerna  berfungsi untuk menyerap zat makanan, zat-zat penting, garam dan air serta mengeksresi bagian makanan yang tak diserap dan sebagian hasil akhir metabolisme
Proses Pencernan : proses penguraian dengan bantuan enzim, diubah protein, karbohidrat dan lemak menjadi bentuk yang dapat diserap.

Lambung:
tempat penampungan ingesta stlh ditelan  tercampur dengan getah lambung---btk encer---dsbt chyme

Getah  lambung:
Penyusun     : air (99%), unsur organik yaitu pepsin, mucin, renin, lipase lambung, unsur anorganik yaitu Na+, K+, Ca++, Mg++, HPO4-, SO4- dan HCl

HCl (asam hidroklorida):   asam lambung
  • dihasilkan sel parietal klj fundica
  • disekresi dlm bentuk H+ dan Cl-
  • fungsi : mengubah pepsinogen jd bentuk aktifnya (pepsin)
  • memberi suasan pH optimum bagi digesti protein
  • mencegah fermentasi lambung
Pepsin:
  • proteinase yg aktif bekerja pd pH 1,5-2,5 ---hidrolisa protein menjadi proteasa dan pepton
  • Renin
  • ensim proteolitik di lambung/abomasum yg menyebabkan air susu menjendal jika ada Ca++

Mucin:
ž     dihasilkan klj. Cardiaca
ž     mengurangi keasaman lambung
ž     Melindungi mukosa lambung thd erosi oleh HCl yg banyak

Lipase lambung:
  • utk hidrolisa lemak chymus lambung
  • Sekresi getah lambung di bwh pengaturan sistem syaraf (sy. aferen + eferen –nya sy. vagus) dan pengaturan hormon lambung (gastrin)
Lambung-------Asam lambung meningkat -------------heartburn (nyeri ulu hati)


Antasid  adalah  senyawa  yang  mempunyai  kemampuan  menetralkan kelebihan produksi asam klorida (lambung) atau mengikatnya.

Sebagian besar antasid dianggap sebagai obat yang aman  pada kehamilan. Tapi pemakaian yang berlebihan dapat menimbulkan masalah seperti gannguan produksi asam lambung.


ANTASIDA   PADA  KEHAMILAN
Refluks asam  atau ‘nyeri uluhati’ (heartburn) yang terjadi selama kehamilan merupakan masalah yg sering dijumpai.
Penyebab:
Refluks lambung cenderung terjadi untuk pertama kalinya pada kehamilan karena adanya perubahan dalam traktus gastrointestinal bagian atas yang mencapai taraf maksimalnya pada kehamilan sekitar 36 minggu. Perubahan ini menyebabkan :
1. Sfingter esofagus distal yang tidak bekerja dengan
    efektif.
2. Motilitas  dan tonus lambung yang menurun.
3. Pengosongan lambung yang lambat


Relaksasi traktus gastrointestinal selama kehamilan disebabkan oleh perubahan hormonal:
  • Peningkatan kadar progesteron
  • Penurunan kadar motilin (hormon traktus  gastrointestinal)
  • Peningkatan kadar enteroglukolan (hormon traktus
Faktor yang meningkatkan keasaman lambung:
  • Alkohol
  • Kafein
  • Hipoglikemia (melewatkan waktu makan)
  • Asupan kalsium yang tinggi (termasuk penggunaan  beberapa preparat antasid)
  • Adrenalin/epinefrin (yang dilepaskan dalam  keadaan marah)
Obat Antasid, mencakup:
*  Natrium bikarbonat,
*  Aluminium hidroksida
*  Magnesium karbonat
*  Natrium sitrat
*  Garam Kalsium
*  Alginates   dan Dimetikon
*  Preparat Campuran(magnesium trisilikat dan natrium     bikarbonat, asam
   alginat, aluminium hidroksida 100 mg, magnesium  trisilikat  25 mg,  dan  
   natrium bikarbonat   2 mmol).
*  Obat  Antagonis  histamin 2   ( H2  ): Simetidin, Ranitidin, Famotidin, nizatidin
*  Preparat Khelasi dan Pembentuk Ikatan –kompleks  : Sukralfat


Kerja  dan efek samping antasid:
Antasid mengurangi keasaman lambung dengan cara:
  • Menetralkan isi lambung
  • Meurunkan refluks dengan meningkatkan tekanan  pada sfingter esogagus bagian distal.
  • Dapat meningkatkan sekresi asam lambung shg memperburuk gejalanya   atau memperbesar  bahaya terjadinya aspirasi lambung.  
Natrium bikarbonat,
  • Bekerja cepat untuk menetralkan asam klorida dengan melepaskan karbondioksida.
  • Senyawa ini yang dulu banyak digunakan  tidak dianjurkan lagi, karena pelepasan CO2 ini menstimulasi produksi gastrin yang selanjutnya akan meningkatkan produksi asam lambung dan memperparah gejalanya. Karbon dioksida akan menimbulkan distensi (peregangan) lambung, sehingga meningkatkan rasa kembung dan memperparah refluks.
  • Ibu hamil harus diingatkan bahwa penggunaan  senyawa Natrium bikarbonat dapat memperparah gejala gangguan lambung dan bukan meredakannya. 
  • Kandungan natrium dalam senyawa antasid mungkin cukup tinggi untuk menaikkan tekanan darah  atau memperburuk gejala edema.Jika ini terjadi. Tablet na bikarbonat harus digantikan dengan senyawa yang lain, misalnya tablet magnesium trisilikat. Ibu hamil dengan pre-eklampsia atau yang beresiko mengalami pre-eklampsia disarankan untuk menghentikan penggunaan antasid.

Magnesium karbonat dan magnesium hidroksida
  • Obat ini sukar larut dalam air dan bereaksi dengan lambat dengan asam klorida lambung membentuk magnesium klorida yang tidak dapat larut. Magnesium trisilikat juga membentuk koloida silika yang  menyerap/ mengadsorpsi pepsin dan memiliki kerja yang lebih panjang.
  • Preparat ini dapat menimbulkan batu ginjal jika digunakan utk jangka lama.
  • Semua senyawa magnesium memiliki efek furgatif (obat-obat pencahar)


Aluminium hidroksida
v     Bekerja menetralkan asam klorida dan membentuk asam klorida yang tidak larut. Bentuk ini akan menyebabkan inaktivasi pepsin lewat proses adsorpsi.
v     Senyawa  aluminium  menyebabkan  konstipas  dan  memperlambat pengosongan lambung. Karena itu, obat tersebut biasanya tidak dianjurkan pada kehamilan ataupun laktasi.
v     Aluminium akan mengikat fosfat dalam usus sehingga mengurangi absorpsi-nya. Pada wanita dengan risiko malnuttrisi, keadaan ini bisa menimbulkan osteoporosis.


Garam Kalsium
  • Semua preparat ini cenderung untuk menstimulasi produksi asam lambung dan memperparah gejala gangguan lambung.
  • Pemberian antasid yang mengandung kalsium untuk jangka waktu yang lama  dapat menimbulkan kerusakan ginjal atau batu renal.

Alginates   dan Dimetikon
  • Merupakan unsur-unsur yang sering terdapat dalam preparat antasid.
  • Unsur-unsur ini akan mengurangi flatulensi (pembentukan gas) dengan membentuk perintang dan meningkatkan adhesi isi lambung pada mukosa lambung.

 Preparat Campuran
  • Campuran magnesium trisilikat dan natrium bikarbonat 
  • Campuran asam alginat, aluminium hidroksida 100 mg, magnesium trisilikat          25 mg,  dan   natrium bikarbonat    2  mmol.

Preparat campuran ini kerapkali digunakan karena:
  1. Efek aluminium yang menimbulkan konstipasi dan  memperlambat peristaltik lambung diimbangi   oleh efek magnesium.
  2. Magnesium meredakan gejala dengan segera, sementara efek aluminium berlangsung lebih  perlahan dan lama.
Interaksi dengan Antasid:
Obat-obat kontrasepsi oral dan kebanyakan obat, absorpsinya akan diganggu oleh antasid dan salut enteriknya akan dirusak.

Kewaspadaan:
  • Penggunaan antasid dalam waktu yg lama  dapat menyebabkan pembentukan batu ginjal.
  • Jika terdapat insufisiensi renal (seperti pada pre-eklampsia atau ISK yang berkali-kali) dapat  menumpuk dan menyebabkan toksisitas.
  • Penggunaan antasid pada ibu hamil lebih dari 3  bln dapat disertai dengan cacat lahir.


Obat  Antagonis  histamin 2   ( H2  )
(Simetidin, Ranitidin, Famotidin, nizatidin)
Banyak digunakan sebelum dilakukan anestesi obstetri
Penggunaan jangka panjang pada masa kehamilan dan laktasi tidak lazim dilakukan mengingat hasil penelitian pada binatang kurang menjamin keamanannya.
Umumnya hanya diberikan dalam trimester kedua dan ketiga.
Diserap dengan baik bila diberikan per oral. Efeknya akan terjadi dalm waktu 1 jam setelah pemberian.
ž     Durasi kerjanya antara 4-13 jam. Dieliminasi oleh hati dan ginjal shg tidak cocok utk penyakit hati dan ginjal. Waktu paruhnya 2-2,5 jam


Kerja Antagonis H2:
ž      Lewat reseptor  H2, histamin bekerja meningkatkan  sekresi gastrin yang mengandalikan motilitas dan  sekresi lambung. Preparat antagonis H2 mengurangi  pengeluaran asam.
ž      Obat-obat ini merupakan preparat yang efektif  dan umumnya ditoleransi dengan baik.
ž      Pada pemakaian jangka  panjang, insidens efek  sampingnya  hanya sekitar 3 persen.



Efek samping antagonis H2
ž     Sistem Saraf Pusat :
                                         - dapat mnyebabkan vertigo,
                                         - rasa lelah yang akan menggangu kemampuan                                        pasien dalam mengendalikan kendaraan,
                                   - konfusi dan delirium.

ž     Sistem Kardiovaskuler
            Bila diberikan IV dapat menurunkan atau  meningkatkan frekuensi
            jantung, karena itu pemberian IV  harus dilakukan lewat infus atau  
            penyuntikan yang  lambat.

ž     Gastrointestinal
            Mual, kram lambung, konstipasi atau diare



Kerja Antiandrogen
    -  Dalam pemakaian jangka panjang, simetidin dan  ranitidin dapat menimbul-
       kan efek antiandrogen  yang meliputi: gangguan rasa nyaman pada payu-
       dara dan penurunan libido yang  reversibel   jika pemberian kedua obat tsb
       dihentikan.
    - meningkatkan sekresi prolaktin, karena itu simetidin  tidak dianjurkan pada
       masa laktasi.
    - ES yang jarang terjadi:ruam kulit, kerontokan rambut,  hipertermia, spasme
      bronkus, nefritis intersttisialis, kerusakan hati dan sumsum tulang


Interaksi dengan Antagonis  H2:
ž     Obat-obat gol ini tidak diserap dengan baik jika diminum bersama antasid atau metoklopramid, harus diberikan dg interval 2 jam.
ž     Konsentrasi alkohol dlm darah dapat meninggi.
ž     Kebiasaan merokok akan mengurangi kesembuhan ulkus dan meningkatkan penguraian obat-obat antagonis H2 .
ž     Simetidin akan menghambat metabolisme banyak obat di dalam hati. Obat-obat yang normalnya dieliminasi lewat metabolisme akan bertumpuk jika diminum bersama simetidin.


Preparat Khelasi dan Pembentuk Ikatan –  kompleks (Sukralfat)
ž      Preparat ini  terdiri atas sukrosa tersulfatasi plus  aluminium hidroksida
ž      Kerja preparat ini :  Terikat dengan bagian dasar ulkus dalam dinding  
            traktus gastrointestinal dan menghasilkan perlindungan  fisik. Kerjanya ini  
            memungkinkan sekresi alami bikarbonat  untuk membentuk kembali
            gradien pH yg normal  pada  dinding usus.
ž      Harus diminum dengan perut kosong (30 menit hingga 1  jam sebelum    
       makan  atau 2 jam setelah makan), bila  tidak, akan terikat dengan  
       protein dalam makanan   dan bukan dengan dinding usus.Harus diminum 
            bersama air.
ž      digunakan secara luas untuk kelainan refluks pada  kehamilan
ž      Bekerja secara efektif hanya jika isi lambung bersifat  asam.
ž      Sukralfat tidak diserap dan hanya memiliki beberapa ES: gangguan cerna,  
       mual, diarekonstipasi, mulut yang kering, punggung pegal, ruam kulit,  
       pruritus, vertigo dan rasa mengantuk (pernah dilaporkan).
ž     KI pada gagal ginjal. Berinteraksi dengan obat lain , mengganggu penyerapan obat-obat lain sehingga pemberiannya harus berselang waktu 2 jam.
ž     Preparat khelasi Bismuth tidak digunakan pada kehamilan karena adanya risiko aborsi.


Inhibitor  pompa-proton (Omeprazole)
Omeprazole jarang digunakan pada kehamilan   karena efek teratogeniknya.

Cara tepat mengusir pening

Dari sekian banyak gangguan kesehatan, sakit kepala mungkin merupakan penyakit paling umum. Tapi penyembuhannya sering kurang tepat. Hanya mengandalkan obat, padahal perlu penanganan sisi lain supaya nyeri kepala tidak mudah datang.
Paling tidak, 90% dari seluruh populasi manusia pernah sekali dua merasakan sakit kepala. Kemungkinan besar Anda juga.
Dilihat dari intensitasnya, sakit kepala itu bergradasi, dari ringan sampai mengerikan, atau dari dari yang cuma bikin sewot hingga tak tertahankan. Rasa nyeri dapat terjadi di satu titik saja, dapat pula meliputi seluruh bagian kepala. Frekuensi datangnya bisa sesekali atau saban hari. Bisa cuma beberapa menit, berjam-jam, bahkan bisa berhari-hari.Terkadang rasa nyeri ini dibarengi dengan berbagai masalah lain macam mual, muntah atau gangguan penglihatan, pendengaran dan fungsi sensorik. Bahkan  dalam kasus berat disertai gangguan fungsi otot.
Yang kita rasakan ketika sakit kepala tak lain adalah rasa nyeri. Bagi tubuh, nyeri merupakan pertanda adanya ketidakberesan. Kalau sakit kepalanya ringan dan cepat hilang, ketidakberesan itu mungkin ringan-ringan saja. Sebaliknya, kalau sakit kepala itu muncul berulang kali disertai rasa mual dan muntah, kita mesti waspada. Tak tertutup kemungkinan, gejala itu mengindikasikan adanya tumor otak.


Gaya hidup dan lingkungan
Sampai beberapa tahun lalu, para ilmuwan telah mengetahui berbagai penyebab nyeri kepala. Ketegangan otot wajah, otot leher atau kulit kepala termasuk yang dituding sebagai penyebabnya. Ketegangan itu erat kaitannya dengan stres yang mendera setiap hari dan Anda tak mampu mengelolanya. Migrain pun masih dianggap sesuatu yang berbeda. Para dokter menyatakan, migrain terjadi bila pembuluh darah menyempit-melebar yang menyebabkan tidak menentunya aliran darah.
Saat ini,para peneliti juga memusatkan perhatian pada sistem saraf trigeminal dan senyawa serotonin sebagai pasangan yang diperkirakan merupakan penentu datang tidaknya sakit kepala. Sistem saraf trigeminal merupakan jalan masuk utama bagi datangnya nyeri. Normalnya, sistem saraf ini membawa impuls saraf sensorik dari kepala dan wajah ke otak.
Serotonin merupakan satu dari beberapa senyawa saraf (neurotransmiter) yang mengatur pergerakan pesan saraf tersebut melalui jalan ini. Pada penderita migrain, para dokter mencurigai beberapa impuls saraf yang dihasilkan dalam otak melenceng dari saraf trigeminal. Impuls berhenti di pembuluh darah dalam selaput pelindung otak dan di dalam kulit kepala setempat pembuluh darah meradang dan membengkak. Kemudian sebuah pesan nyeri dikirim kembali ke otak. Hasilnya, kepala terasa cekot-cekot.